Pemberlakuan peraturan baru tentang kenaikan jabatan/pangkat dosen telah memicu rush pengusulan kenaikan jabatan/pangkat oleh dosen yang memang sudah memenuhi syarat. Hari-hari ini adalah hari-hari yang sangat melelahkan bagi para dosen, para reviewer karya ilmiah, para karyawan yang bertugas di bagian administrasi SDM, dan juga para karyawan di Dikti, khususnya di Ditendik. Dikti pasti disibukkan dengan penerimaan berkas usulan dan lampirannya yang masing-masing kalau ditumpuk tingginya bisa mencapai setengah meter atau lebih. Apalagi sekarang usulan untuk golongan III pun juga harus sampai ke Dikti. Kita bisa membayangkan berapa banyak ruang yang harus disediakan untuk menampung tumpukan berkas usulan, berapa banyak waktu yang harus disediakan untuk mencermati satu persatu, dan berapa banyak biaya untuk menjalankan semua proses yang harus dilaksanakan. Semua ini harus ditanggung Dikti.

Read the rest of this entry »

lukito on March 4th, 2014

Sebagai dosen, akhir-akhir ini saya merasa ada yang salah dalam menjalankan kegiatan-kegiatan saya. Seharusnya aktivitas-aktivitas saya akan menambah ilmu pengetahuan dan pengalaman di bidang keilmuan saya, tapi ternyata tidak. Akhir-akhir ini saya malah merasa menjadi mahir dalam melacak dokumen-dokumen SK, sertifikat seminar, prosiding-prosiding seminar yang pernah saya ikuti, dan sebagainya. Saya juga trampil dalam mengoperasikan mesin fotokopi dan scanner, tidak kalah dengan karyawan fotokopi beneran. Teman-teman saya juga begitu, apalagi hari-hari ini mereka yang mengusulkan kenaikan jabatan harus berkejaran dengan waktu karena mulai Mei 2014 nanti Dikti akan menerapkan aturan baru dalam kenaikan pangkat/jabatan yang, tentu saja, lebih sulit dan strict dibandingkan dengan aturan saat ini. Sungguh hari-hari ini mereka berubah menjadi pekerja administratif dan bukan pengawal kemajuan intelektual SDM.

Read the rest of this entry »

Mungkin karena merasa gatal juga akibat huru-hara SIPKD yang tidak kunjung selesai, mungkin juga karena merasa ikut bertanggung jawab telah menulis artikel blog yang bikin rame, hari ini saya menyelesaikan tulisan baru berisi beberapa pemikiran tentang penyempurnaan SIPKD (dan sistem-sistem Dikti lainnya). Usulan ini didasarkan pada tujuan Dikti untuk merekam data kinerja dosen secara lengkap (ini adalah tujuan yang baik), yang saya gabungkan dengan modifikasi sistem yang ada saat ini untuk mengakomodasi peran/fungsi Dikti yang sebenarnya (sebagai regulator dan fasilitator).

Tulisan ini bukan tulisan ilmiah, hanya sekedar corat-coret ide. Mungkin saja ada ketidakakuratan karena saya tidak melakukan investigasi mendalam tentang sistem-sistem informasi Dikti. Mohon koreksinya kalau ada yang terlewat atau ketidakakuratan. Tujuan saya hanyalah menyediakan wacana untuk berdiskusi tentang bagaimana sebaiknya sistem-sistem Dikti dikembangkan, syukur kalau sampai ke para pengambil keputusan di Dikti dan kemudian ditindaklanjuti.

Akhirnya, selamat menikmati!

http://lukito.staff.ugm.ac.id/files/2014/02/Usulan-Perbaikan-Sistem-SIPKD.pdf

 

lukito on January 15th, 2014

Maaf jika judulnya agak provokatif, karena Dikti memang perlu dikritisi secara keras.

SIPKD sudah hidup lagi, dengan tampilan baru, tetapi semangatnya masih yang lama. Saya belum sempat mencobanya kembali, tetapi dari cerita teman-teman yang sudah pernah mengakses, sepertinya juga masih ada masalah. Read the rest of this entry »

lukito on December 23rd, 2013

Baru-baru ini dosen di Indonesia dihebohkan oleh instruksi dari Ditendik, Dikti untuk mengisi form online Sistem Informasi Pengembangan Karir Dosen (SIPKD). Kalau mendengar dan membaca komentar para dosen, kehebohan ini disebabkan karena persoalan-persoalan yang menyangkut 3 perkara: 1) kebijakan Dikti, 2) aplikasi SIPKD, dan 3) implementasi SIPKD.

Read the rest of this entry »

lukito on December 21st, 2013

Sebentar lagi ujian akan dimulai, dan para mahasiswapun akan berjuang untuk menjawab soal-soal yang diberikan oleh para dosen. Kali ini saya akan menulis tips menjawab soal-soal essay. Soal essay biasanya bertipe terbuka, artinya tidak ada satu jawaban tunggal yang bersifat mutlak benar, sehingga kebenaran jawaban sangat ditentukan oleh kebenaran substansi/konsep yang digunakan dan argumentasi/penjelasan yang disampaikan. Read the rest of this entry »

lukito on October 21st, 2013

Malam minggu kemarin, seperti beberapa kali sebelumnya, saya diajak nonton bareng oleh mahasiswa-mahasiswa saya. Biasanya kami nonton dalam jumlah banyak, sekitar 10-15 orang, bahkan pernah sekali waktu rombongannya berjumlah 32 orang. Yang berbeda kali ini adalah yang mengajak. Kalau dulu yang sering mengajak adalah mahasiswa S1, akhir-akhir ini justru mahasiswa S2 dan S3, khususnya yang berasal dari Lab Aplikasi Terdistribusi dan Jaringan Komputer. Geng Jarkom, begitu kelompok ini dikenal.

Read the rest of this entry »

lukito on July 11th, 2013

Menjadi guru besar (profesor) pastilah menjadi idaman banyak dosen. Selain statusnya yang memang keren, secara finansialpun jabatan akademik ini menjanjikan kemapanan. Meskipun persyaratan menjadi profesor semakin hari semakin berat, tetap saja jabatan ini menjadi cita-cita sebagian besar dosen.

Read the rest of this entry »

lukito on June 3rd, 2013

Dalam tulisan pertama, saya menuliskan tentang penyebab pertama mengapa orang sulit untuk berubah: kegagalan melihat perlunya berubah, meski sudah paham di depannya menghadang bahaya (atau ada peluang yang sebenarnya bisa dimanfaatkan). Ketidakmampuan melihat urgensi perubahan ini disebabkan oleh mindset atau mental map yang berlaku pada masa lalu yang terbukti berhasil. Mental map ini cenderung “menarik” kita untuk bertahan pada cara pandang yang lama, meski sebenarnya kita tahu bahwa pandangan itu keliru.

Read the rest of this entry »

lukito on May 21st, 2013

Hari-hari ini sedang musim pendaftaran mahasiswa S3. Banyak yang galau, bingung menemukan topik penelitiannya. Banyak yang mengusulkan topik “pengembangan sistem X menggunakan teknologi Y dan Z” (atau sejenisnya). Memang sistem X adalah sebuah sistem yang baru (belum pernah dibuat sebelumnya), tetapi kebaruan (novelty) yang diharapkan dari riset S3 bukanlah dalam bentuk implementasi. Pekerjaan mengimplementasikan itu memang tidak ringan, menuntut pikiran, waktu, dan tenaga, tapi riset S3 menuntut sesuatu yang lebih fundamental, lebih mendasar.

Coba bandingkan dengan topik berikut: bisakah membuat program komputer untuk mengukur panjang sisi-sisi sebuah lingkaran?

Read the rest of this entry »